Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Terbuka Bahas Usulan Instrumen PJJ LAMWISATA, Prof. Imam Farisi Tekankan Prinsip Inklusivitas dan Karakteristik PJJ
12 Februari, 2026
oleh
Yogie Bagas Pambagyo, S.T., MOS.
Fakultas
Ekonomi dan Bisnis (FEB) menyelenggarakan rapat pembahasan usulan Instrumen Pendidikan
Jarak Jauh (PJJ) LAMWISATA pada Rabu, 5 Februari 2026. Kegiatan yang
berlangsung di Ruang Sidang 1 FEB Universitas Terbuka ini dimulai pukul 09.00
WIB sampai dengan jam 12:00 WIB dan dipimpin langsung oleh Prof. Dr. Mohammad
Imam Farisi, M.Pd.
Rapat
tersebut dihadiri oleh Dekan FEB Dr. Meirani Harsasi, S.E., M.Si., Wakil Dekan
I FEB Dr. Zainur Hidayah, S.Pi., M.M, serta sejumlah dosen dan tenaga
kependidikan. Kegiatan ini bertujuan untuk merumuskan dan menyelaraskan usulan
instrumen akreditasi PJJ LAMWISATA agar sesuai dengan karakteristik Universitas
Terbuka sebagai perguruan tinggi penyelenggara pendidikan jarak jauh.
Dalam
paparannya, Prof. Imam Farisi menjelaskan pentingnya adaptasi penciri Instrumen
Akreditasi Program Studi (IAPS) PJJ LAMWISATA yang memiliki perbedaan mendasar
dengan sistem pendidikan tatap muka. Penyesuaian instrumen tersebut didasarkan
pada berbagai regulasi.
Selain
adaptasi penciri PJJ, rapat juga membahas indikator non-PJJ dalam IAPS
LAMWISATA yang tetap relevan untuk diterapkan, seperti budaya mutu, relevansi
pendidikan, dan akuntabilitas. Indikator-indikator tersebut dinilai penting
untuk menjaga kualitas penyelenggaraan program studi pariwisata sekaligus
memastikan kesesuaian dengan standar akreditasi nasional berbasis BAN-PT
Lebih
lanjut, Prof. Imam Farisi memaparkan sejumlah usulan instrumen unggulan untuk
program sarjana PJJ LAMWISATA. Usulan tersebut mencakup pembentukan Dewan
Penasihat Industri (Industry Advisory Board), perencanaan strategis
pengelolaan sumber daya manusia, pengaturan kualifikasi dan jabatan akademik
dosen tetap program studi, serta keterlibatan tuton dan tutor dalam proses
pembelajaran. Karakteristik khusus PJJ Universitas Terbuka juga menjadi
perhatian, seperti tidak diberlakukannya rasio dosen dan mahasiswa secara
konvensional, sistem pembimbingan tugas akhir yang fleksibel, serta pengakuan
terhadap peran tutor dan pendidik eksternal.
Dalam
pembahasan indikator hasil dan luaran, ditegaskan pula prinsip inklusivitas
dalam penetapan IPK lulusan, masa studi, kelulusan tepat waktu, dan
keberhasilan studi. Sistem registrasi SIPAS dan non-SIPAS dipandang sebagai
bagian dari implementasi karakteristik PJJ UT yang terbuka dan adaptif. Selain
itu, rapat juga menyoroti indikator biaya operasional pendidikan yang mengacu
pada ketentuan IAPS BAN-PT.

Melalui
rapat ini, Universitas Terbuka berharap dapat menghasilkan rumusan instrumen
PJJ LAMWISATA yang komprehensif, adaptif terhadap regulasi, serta mencerminkan
kekhasan pendidikan jarak jauh. Hasil pembahasan ini diharapkan menjadi dasar
penguatan mutu dan akuntabilitas penyelenggaraan program studi PJJ di
lingkungan Universitas Terbuka. [Muhammad
Rafy Zildan]
di dalam Berita
Our blogs
and then Add to Home Screen.
To install this Web App in your ISO device press