KPM Universitas Terbuka Dapat Rekognisi atas Praktik Baik Penjaminan Mutu dalam FGD Strategi Akreditasi Unggul di Universitas Pertahanan RI
9 Oktober, 2025
oleh
Yogie Bagas Pambagyo, S.T., MOS.
Bogor, 1 Oktober
2025 – Kantor Penjaminan Mutu (KPM)
Universitas Terbuka (UT) mendapat kehormatan menjadi narasumber dalam kegiatan
Forum Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknik dan
Teknologi Pertahanan (FTTP) Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan
RI).
Gambar 1. Penerimaan Sertifikat Narasumber
FGD yang mengusung tema “Strategi Persiapan Akreditasi Unggul dan Penyusunan Dokumen LKPS serta LED sesuai Instrumen BAN-PT, LAM Infokom, dan LAM Teknik di Lingkungan FTTP Unhan RI” ini dilaksanakan pada Rabu, 1 Oktober 2025, bertempat di Ruang Teater Gedung Auditorium Lt. 2 Kampus Bela Negara Unhan RI, Sentul, Bogor.
Gambar 2. Foto Bersama Narasumber
Kegiatan ini menghadirkan berbagai pakar dan praktisi penjaminan mutu dari lembaga akreditasi nasional maupun perguruan tinggi. Salah satunya adalah Dr. Rini Dwiyani Hadiwidjaja, S.E., M.Si., Manajer Penjaminan Mutu Akademik KPM UT, yang menjadi narasumber bersama Prof. Dr.-Ing. Ir. Misri Gozan, M.Tech., IPU., ASEAN.Eng. (Kepala Komite Eksekutif LAM Teknik) dan Prof. Dra. Sri Hartati, M.Sc., Ph.D. (Kepala Komite Eksekutif LAM Infokom).
Gambar 3. Pemaparan Materi oleh Narasumber
Dalam paparannya, Dr. Rini Dwiyani menyampaikan materi mengenai best practice penjaminan mutu di Universitas Terbuka, termasuk berbagai strategi dan inovasi yang telah diterapkan UT dalam memastikan mutu akademik di seluruh sistem pembelajaran jarak jauh. Beliau juga memaparkan pencapaian UT dalam akreditasi nasional dan internasional, di antaranya akreditasi unggul dari BAN-PT, pengakuan dari Asian Association of Open Universities (AAOU), serta partisipasi aktif dalam proses sertifikasi internasional International Council for Open and Distance Education (ICDE).
“Universitas Terbuka terus berkomitmen untuk membangun sistem penjaminan mutu yang berkelanjutan dan terdokumentasi dengan baik, baik di tingkat nasional maupun internasional. Pengalaman UT menunjukkan bahwa keberhasilan akreditasi tidak hanya ditentukan oleh dokumen, tetapi oleh konsistensi budaya mutu yang hidup di seluruh lini organisasi,” ujar Dr. Rini.